Sport MyAdv ♫™

Keluarga Bakrie Membeli Klub SepakBola asal Eropa 


Klub sepakbola Royal Cercle Sportif Visetois (CS.Vise), Liege, Belgia, akan dijadikan sebagai pintu masuk bagi para pesepakbola Indonesia untuk bermain di klub-klub yang berlaga di kompetisi terbaik di Eropa




Chairman Vise Aga Bakrie mengemukakan hal itu saat memperkenalkan markas Akademi Sepakbola Vise kepada rombongan wartawan dari Indonesia di Vise, Liege, Belgia, Sabtu petang (30/4/2011).

Akademi sepakbola terbaik kedua di Belgia itu memiliki 10 lapangan berstandar internasional sebagai tempat latihan bibit muda pesepakbola mulai usia 6 tahun hingga 17 tahun. Lokasinya startegis berjarak sekitar 30-50 kilometer dari Maastrich di Belanda dan Achen di Jerman. Dua negara tersebut (Belanda dan Jerman) dikenal maju sepakbolanya.

Menurut Aga, pihaknya memilih membeli Vise karena sejumlah alasan strategis. Salah satunya ialah regulasi Federasi Sepakbola Belgia tentang jumlah pemain yang berasal dari non-anggota Uni Eropa (UE) dikenal paling longgar.

“Dengan regulasi yang longgar tentang jumlah pemain asing non-anggota UE itu, kita bisa mendatangkan banyak pemain dari Indonesia untuk bisa bermain di sini (tim inti Vise dan berkompetisi di Liga Belgia),” kata putra Nirwan Dermawan Bakrie, pengusaha yang juga dikenal sebagai penggila sepakbola.

Aga mengatakan, dengan kondisi seperti itu, kepemilikan keluarga Bakrie atas Vise akan menguntungkan bagi kepentingan kemajuan sepakbola nasional. Dia menegaskan para pemain sepakbola Indonesia punya peluang menjadi pemain klub-klub Eropa yang bermain di kompetisi kelas dunia.

“Kami berharap bisa mendatangkan 2-3 pemain Indonesia pada bursa transfer musim panas ini. Mungkin dari para pemain yang kini bermain di Uruguay (proyek SAD) atau dari Indonesia (yang bermain di kompetisi Indonesia). Yang penting yang terbaik akan kami datangkan ke sini,” ungkap Aga.

Dia menjelaskan fokus manajemen baru Vise dalam mendatangkan pemain asal Indonesia ialah mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Karena, lanjutnya, mulai usia itulah pemain baru bisa dikontrak sebagai pesepakbola profesional. Selanjutnya, dengan dikontrak sebagai pemain profesional dan berpeluang masuk tim inti Vise, mereka bakal terasah mental dan kemampuan teknisnya untuk berlaga di negara-negara yang memiliki kompetisi terbaik di Eropa, seperti Belanda, Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, dan Prancis.

Bagaimana dengan pengiriman pemain usia muda ke Akademi Sepakbola Vise? “Itu belum putus. Kami masih memikirkannya. Karena, itu juga terkait dengan masalah keluarga (untuk mendatangkan pemain muda Indonesia menjadi siswa akademi tersebut),” ujar Aga.

Keluarga Bakrie secara resmi membeli klub divisi II (setingkat di bawah divisi tertinggi) Liga Belgia itu pada 15 April 2011. Keluarga Bakrie membeli klub yang berada di posisi keenam klasemen sementara kompetisi yang hampir berakhir itu melalui PT Pelita Jaya Cronus.

Menurut Aga, dengan pembelian tersebut, Pelita Jaya menjadi pemegang saham mayoritas Vise. Aga menolak merinci seberapa besar kepemilikan saham Pelita Jaya Cronus di klub tersebut.

“Mayoritas atau controlling. Ya lebih dari 50 persenlah,” ujar putra Nirwan Dermawan Bakrie itu menjawab pertanyaan INILAH.COM.

Namun, sumber INILAH.COM menyebutkan keluarga Bakrie hampir menguasai sepenuhnya dengan memiliki sekitar 80-90 persen. Adapun sisanya tetap dipegang pemilik lama Guy Thiry yang sekaligus merangkap sebagai Presiden Vise. 


**Ketiga bibit Pemuda TimNas Indonesia
Yandi Sofyan,Cristiantoko,Syamsir Alam


FC Barcelona Testorial Highlights of The Winner of Club In World


Banyak pemain sepakbola legendaris terlahir dari FC Barcelona (FC Barca) seperti Kubala, Suarez, Cruyff, Maradona, Ronaldinho dan Lionel Messi. Selama abad 20, Barca menjadi symbol Barcelona, sebuah symbol yang merepresentasikan identitas Catalan sebagai bangsa. Begitulah, mengapa Barca dikatakan lebih dari sebuah klub.

Pengusaha berkebangsaan Swiss datang ke Spanyol untuk urusan bisnis dengan sejumlah orang setempat dan Inggris. Dia adalah Joan Gamper yang kemudian menjadi pendiri FC Barcelona. Mereka ternyata sama-sama menyukai sepakbola. Akhirnya di kantor Sole Gym pada 29 November 1899 Gamper bertemu Gualteri Wild, Lluis d’Osso, Bartomeu Terrados, Otto Kunzle, Otto Maier, Enric Ducal, Pere Cabot, Carles Pujol, Josep Llobet, John Parsons, dan William Parsons. Duabelas orang tersebut berkumpul dengan maksud mendirikan klub sepakbola dan berdirilah Football Club Barcelona yang juga disebut Barca.
Gamper pun menjadi satu pemain Barcelona sampai 1903. Walter Wild dari Inggris, diangkat sebagai presiden pertama klub hingga 1901. Pertandingan pertama Barca digelar di Bonanova Cycle Track melawan grup ekspatriat asal Inggris yang tinggal di Barcelona. Pertandingan berakhir dengan kemenangan ekspatriat Inggris unggul 1-0.
Seragam tim Barca waktu itu berwarna biru dan merah anggur. Gamper memilih biru dan merah anggur sesuai dengan warna satu wilayah di Swiss tempat asalnya.
Sebagai sebuah klub tentu perlu markas. Pada 14 Maret 1909, klub meresmikan markas pertamanya di Industria dengan kapasitas 6.000 orang. Waktu itu Barcelona memperoleh gelar pertamanya, juara Catalan Championships periode 1909/1910.
Musim kompetisi periode 1910/1911, 1912/1913, 1915/1916, 1918/1919 1919/1920, 1920/1921 dan 1921/1922 juaranya ada di tangan Barcelona. Klub ini juga menjuarai kompetisi Spanish Championships musim 1909/1910, 1911/1912, 1912/1913, 1919/1920 dan 1921/1922. Barca juga memenangi dengan cemerlang edisi perdana Spanish National League, musim kompetisi 1928-1929.
Di tahun saat menjuarai Catalan dan Spanish Championship markas Barca Les Corts yang juga dikenal dengan The Cathedral of Football diresmikan 20 Mei 1922. Stadion ini kapasitas awalnya 30.000 orang, tapi belakangan lipat dua menjadi 60.000.
Pada 1924 klub memiliki 12.207 anggota fans dan ini jumlah pendukung yang besar sekaligus jadi fondasi penggemar masifnya sekarang. Toh begitu, jumlah fans-nya pernah mengalami masa surut. Lantaran perang sipil 1936 dan represi rezim fasis, di tahun 1939 jumlah pendukung anjlok menjadi 3.486.
Dekade 1930-an memang menjadi masa suram dan getir Barca. Pemilik klub Joan Gamper meninggal 30 Jul 1930. Permulaan dekade yang fatal dan klub masuk ke dalam periode kemunduran. Terjadi krisis institutional, banyak anggota meninggalkan klub, hasil pertandingan yang buruk dan tekanan politis pendukungnya Franco.
Perang sipil pada 1936 menimbulkan petaka bagi Barcelona FC. Josep Sunol, Presiden Barcelona, dibunuh tentaranya Franco di dekat Guadalajara. Maret 1938 kaum fasis menjatuhkan bom FC Barcelona Social Club dan menyebabkan kerusakan serius.
Pada 1939 pasukannya Franco menciptakan banyak masalah terhadap klub, karena ini sudah menjadi symbol orang Catalan. Namun,tidak selamanya derita merundung Barca. Dekade 1940-an Barca secara bertahap recovery kendati terus dirundung kesulitan internal. Dari pihak eksternal rezim Franco masih merongrong. Misalnya pada Juni 1943 Franco melalui wasit dan polisi mengancam Barca ketika melawan Real Madrid. Pertandingan berakhir dengan kekalahan Barca, skor 11-1. Hanya saja—di dekade ini—bukan Barca namanya kalau sama sekali tidak menorehkan prestasi.
Barca meraih juara liga nasional musim kompetisi1944/1945, 1947/948 dan 1948/949 serta juara Latin Cup 1949. Yang terakhir ini merupakan prestasi internasional pertama barca. Kompetisi itu didahului European Champions Cup Title. Klala itu Barca diperkuat Cesar, Basora, Velasco, Curta, Gonzalvo bersaudara, Seguer, dan Biosca o Ramallets. Juni 1950 Ladislao Kubala bergabung di Barcelona dan membuat Barcelona FC menjadi tim tak terkalahkan.
Barca sangat berterimakasih pada garis depan yang luar biasa yaitu Basora, Cesar, Kubala, Moreno dan Manchon. Di antara 1951 dan 1953, Barca memenangi tiap kompetisi yang digelar seperti Liga Spanyol 1951/1952 dan 1952/1953 serta Piala Spanyol 1950/1951, 1951/1952 dan 1952/1953).
Yang paling mengesankan adalah pada musim 1952/1953. Barca merebut empat piala: Liga Spanyol, Piala Spanyol, Latin Cup Eva Duarte, dan Martini Rossi trophies. Kubala menjadi figur luar biasa bagi Les Corts dan segera Francesc Miro-Sans mempromosikan pembangunan Camp Nou Stadiym Nuu Camppun diresmikan pada 24 September 1957, berkapasitas 90.000 penonton.
Barca baru kembali menjuarai liga Spanyol untuk musim 1958/1959 dan 1959/1960 serta Fairs’ Cups 1957/1958 dan 1959/1960.Waktu itu Barca dilatih Helenio Herrera dengan pemain-pemain brilian seperti Kocsis, Czibor, Evaristo, Kubala, Eulogio Martinez, Suarez, Villaverde, Olivella, Gensana, Segarra, Gracia, Verges dan Tejada.
Tapi, pada dekade 60-an Barca mengalami periode krisis. Barca hanya memenangi Piala Spanyol 1963 dan 1968 serta Fairs’ Cup 1966. Baru pada dekade 1970-an Barca bangkit lagi. Pada 1973, bergabung Johan Cruyff asal Belanda. Hadirnya Cruyff memberi sentuhan akhir pada barisan penyerang emas yang terdiri dari Rexach, Asensi, Sotil dan Marcial. Tim ini memimpin kompetisi liga musim 1973/1974. Sekaligus berbarengan dengan perayaan hari jadi klub ke-75. Anggota fans saat itu mencapai angka 69.566. Ketika perayaan dipasang poster Joan Miró untuk mengenangnya.
FC Barcelona sekarang menjadi entitas olah raga yang mencakup basketball, handball, hockey, atletik, ice-hockey, figure skating, indoor football, rugby, baseball, volleyball, dan divisi sepakbola wanita. Tim sepakbolanya menjadi satu klub yang ikut kualifikasi kompetisi di daratan Eropa tiap tahun sejak 1955. Total anggota fans pun luar biasa. Sekarang mencapai 105.706 anggota dan 1.508 klub supporter. Barcelona kini bermarkas di Avenida Aristides Maillol 8020, Spain. Nomor telepon yang bisa dihubung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim kritikan atau saran lewat komentar !!